Memotret Peluang Pemenang Pilgub DKI 2017

Tak lama lagi, warga DKI Jakarta 2017 akan menentukan siapa yang akan menjadi gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022. Seperti diberitakan dalam pemilihan Gubenur DKI Jakarta 2017 Okezone ini berlangsung seru. Tiap pasangan calon berupaya meyakinkan para pemilih untuk memilih dirinya.
pilgub dki 2017

KPU DKI Jakarta pun tak ketinggalan untuk mendorong sosialisasi agar saat hari pencoblosan pada tanggal 15 februari 2017 nanti, warga DKI berbondong-bondong menuju TPS untuk menunaikan haknya.
Mengenai pemilihan gubenur DKI Jakarta 2017 Okezone memberitakan bahwa jumlah pemilih di masing-masing wilayah sebagai berikut :
- Pemilih di Kepulauan Seribu berjumlah 17.415 pemilih
- Jumlah pemilih di Jakarta Barat sebanyak 1.652.051 pemilih
- Pemilih di Jakarta Timur sebanyak 2.006.397 orang
- Pemilih di Jakarta Utara sebanyak 1.091.874 orang
- Pemilih di Jakarta Pusat (Jakpus) sebanyak 747.152 orang.



Melihat potret tersebut, jumlah pemilih terbanyak berada di kawasan Jakarta Timur yang berjumlah lebih dari 2 juta orang. Di kawasan tersebut para pasangan calon akan berusaha memenangkan pemilihan, sebab itu akan sangat menentukan bagi kemenangan di pilgub DKI nanti.

Seperti diketahui, pilgub DKi 2017 sendiri diikuti oleh tiga pasangan calon sebagai berikut :

Nomor urut 1: Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni
Pasangan ini diusung oleh empat partai politik yaitu Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional.

Agus Harimurti Yudhoyono berlatar belakang militer. Sementara Sylviana Murni berlatar belakang birokrat yang pernah menjadi Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta (2015-2016) dan pernah menjadi Wali Kota Jakarta Pusat (periode 2008-2010).

Nomor urut 2: Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat
Pasangan ini diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Golongan Karya, dan Partai Nasional Demokrat. pasangan ini berstatus sebagai petahana dimana Basuki Tjahaja Purnama naik sebagai gubernur menggantikan Joko Widodo yang naik sebagai presiden.

Nomor urut 3: Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno
Pasangan ini dimajukan oleh Partai Gerakan Indonesia Raya dan Partai Keadilan Sejahtera. Anies banyak berkarier di dunia pendidikan, sementara Sandiaga berlatar belakang pengusaha.

Ketiga pasangan calon ini bersaing untuk memperebutkan hati pemilih rakyat Jakarta. Sejauh ini sudah dua kali debat pilgub DKi dilakukan yaitu pada 13 Januari 2017 yang membahas mengenai "Pembangunan Sosial Ekonomi untuk Jakarta" dan pada 27 Januari 2017 yang membahas mengenai "Reformasi Birokrasi, Pelayanan Publik, dan Pengelolaan Kawasan Perkotaan".

Ketika itu acara debat berlangsung menarik diwarnai dengan saling serang antar para kontestan pilkada DKI ini. Namun masih ada satu kali lagi acara debat yang akan dilangsungkan pada 10 Februari mendatang. di debat ketiga tersebut akan dibahas mengenai "Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Jakarta". Acara debat ini akan dipandu oleh Alfito Deannova yang bertindak sebagai moderator.

Lalu siapa yang akan menang di pilgub DKI 2017? Jika melihat dari perkembangan terakhir, ketiga pasangan calon masih berpeluang untuk bisa memenangkannya. Sejumlah lembaga survei juga memperkirakan pilgub DKi 2017 ini akan berlangsung dalam dua putaran. Tinggal siapa yang akan terjungkal lebih dulu, apakah pasangan nomor urut 1, nomor urut 2, atau nomor urut 3.

Jika benar nantinya pilgub DKI ini berlangsung dalam dua putaran, maka kontestasi politik ini masih akan berlanjut hingga 19 April 2017 nanti. Ya, jika pemilihan gubernur DKI ini berlangsung dalam dua putaran, maka pemungutan dan penghitungan suara untuk putaran kedua ini akan dilakukan pada tanggal 19 April 2017.

Pihak KPU DkI Jakarta mengharapkan agar partisipasi pemilih meningkat. Sebab untuk pilgub kali ini ditargetkan akan mencapai 77,5 persen. Angka tersebut naik dari tingkat partisipasi masyarakat DKI pada Pilpres 2014 yang sebanyak 72,3 persen.

Artikel Terkait :

Silhakan memberi Komentar, Kritik, atau Saran ConversionConversion EmoticonEmoticon