3 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Membuat Innercourt Yard

1 min read

Inner Court Yard - Samanea Hill

Tahukah Anda konsep inner courtyard?

Konsep ruang terbuka di dalam rumah tersebut belakangan ini menjadi viral karena manfaat yang diberikannya dari sisi kesehatan maupun sisi estetika hunian. Tidak heran arsitek profesional sekelas Andra Matin mengadopsi konsep ini dalam desain sebuah hunian terbaru di Parung Panjang, perumahan Samanea Hill.

Bagi Anda yang tertarik untuk mengaplikasikan ruang inner courtyard seperti pada perumahan Samanea Hill yang dirancang Andra Matin, ada baiknya untuk mempertimbangkan beberapa hal di bawah ini.

Aspek Fungsional

Konsep inner courtyard pada dasarnya dapat menghadirkan berbagai macam fungsi sesuai keinginan dari pemukim. Namun, berbicara tentang salah satu manfaat dari ruangan ini yang menyasar segmen estetika (visual), ada baiknya para pemukim memfungsikannya sesuai dengan segmen ini. Misalnya saja dengan mempermak ruangan tersebut menjadi sebuah kebun mini atau ruang bersantai seperti yang dicontohkan pada perumahan Samanea Hill.

Luas Bangunan

Meskipun memiliki sangat banyak fungsi saat diaplikasikan dalam rumah, sebelum mengaplikasikannya ada baiknya untuk mengenal betul luasan bangunan dari rumah Anda. Jika melihat hunian minimalis perumahan Samanea Hill, idealnya luasan total bangunan adalah 36 meter persegi.

Memang betul innercourt yard dapat diaplikasikan pada hunian tipe minimalis, namun jika luasannya terlalu minim lebih baik jangan dibuat. Yang ada, Anda hanya melihat ‘aspek sempit’ dari hunian Anda.

Perlu diperhatikan jangan sampai ketika Anda mengaplikasikan innercourt yard, justru malah menghabiskan proporsi ruang yang tergolong lebih penting dibanding ruangan ini.

Desain Atap

Innercourt yard pada dasarnya tidak sederhana seperti indoor garden sekalipun letaknya berada di dalam bagian dalam ruangan. Apa yang membedakannya sendiri terletak dari desain atap ruangan ini. Dalam desain innercourt yard, bagian atap didesain dengan material transparan untuk menunjang pencahayaan alami. Tidak sekadar menggunakan genteng transparan, desain atap pun harus ditunjang ‘sistem buka tutup’. Dimana saat waktu tertentu bagian atap dapat dibuka secara menyeluruh untuk menyuplai udara dan cahaya matahari, juga bisa ditutup sewaktu-waktu. Misalnya saat kondisi cuaca sedang ekstrim seperti hujan deras atau badai untuk meminimalkan masuknya air ke dalam ruangan.

Aplikasi Serupa :  Ada Pandemi, Harga Rumah di Cileungsi Justru Meningkat

Baca Juga : Keuntungan Tinggal di Hunian Berkonsep Double Decker

WELCOME
Selamat Datang di Website Kami Jika ada link yang rusak silahkan hubungi kami melalui admin@jamiatabdillah.net